Tips Orang Tua Dengan Anak Autis


Memiliki anak autis merupakan beban tersendiri bagi orang tua. Meskipun demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar anak dapat “tumbuh” dengan lebih baik :

  •  Kenali dan pahami anak Anda

Sebagian besar anak autis sulit berperilaku dan bersosialisasi, sebagian kecil bertingkah seperti anak nakal. masing-masing anak berbeda sehingga orang tua perlu mengenal lebih dalam anaknya. Apakah dia sangat sensitif terhadap suara dan cahaya, membutuhkan banyak input sensor atau dia tidak nyaman dengan kontak hubungan yang sangat dekat. Semakin Anda mengenal anak, maka semakin mudah untuk mengatasi masalah.

  • Sesuaikan harapan Anda

Mungkin Anda berharap banyak dengan anak Anda yang menderita autis, misalnya dapat berkumpul bersama menghabiskan makan. Pada awalnya upayakan agar anak dapat duduk diam di meja makan, setidaknya 3 menit. Jika hal ini sudah berhasil, upayakan agar dia dapat makan dengan menggunakan garpu, atau alat apa saja yang dapat digunakannya. Jika hal itu sudah dapat dilakukan secara bertahap ajarilah makan di meja makan.

  • Lakukan penyesuaian dengan lingkungan

Keselamatan merupakan kunci utama, terutama untuk anak autis. Membuat lingkungan yang aman bagi anak autis merupakan tantangan tersendiri. Letakkan barang­-barang berbahaya di rumah di tempat yang tidak terjangkau, misalnya sumber listrik, atau sumber panas (kompor) yang dapat dijangkau anak. Barang lain yang berbahaya adalah lemari yang dapat dipanjat. Berikan pengikat pada lemari agar tidak rubuh saat dipanjat

  • Perhatikan kemungkinan sumber terjadinya perilaku negatif

Sebagian besar anak dengan autis bersikap berlebihan terhadap suatu input sensoris. Dapat bersikap terlalu reaktif atau terlalu pasif. Orang tua harus dapat memahami hal ini dan berupaya agar anak dapat mengurangi sikap berlebihan saat menerima suatu input sensoris yang berupa suara, gambar televisi, atau input lainny

  • Singkirkan input sensoris yang mengganggu

Anak autis dapat berperilaku berlebihan terhadap suatu input. Untuk menghindari hal ini, cara yang mudah adalah menyingkirkan sumbernya. Namun jika tidak dapat, usahakan agar dia terhindar, misalnya jika input berupa suara, gunakan earphone, sehirgga dia tidak mendengar.

  • Berikan perhatian saat mendapatkan Winput sensoris

Saat mendapatkan input yang membuat bersikap reaktif, kadang anak autis berteriak, meloncat-loncat, atau melakukan reaksi lainnya. Saat hal ini terjadi, berikan dia pelukan, atau goncangkan tubuhnya di atas sofa, cara lain adalah memasukkan dia ke dalam selimut lalu di putar, seperti “hot dog”, tentu saja dengan putaran yang aman untuk dirinya.

  • Cobalah berpandangan positif terhadap perilaku anak

Terkadang orang tua menganggap bahwa apa yang dilakukan anak merupakan suatu hal negatif. Padahal jika orang tua dapat berfikir positif, dan melihat dari sisi pandang yang lain, mungkin saja dapat menganggap bahwa jika anak bersikap reaktif, maka hal itu baik untuk pembentukan otot. Atau mungkin Anda dapat melihat sisi positif lain dari perilaku anak.

  • Berbahagialah terhadap apapun yang didapat oleh anak

Sebagai orang tua kadang berharap besar agar anak dapat meraih prestasi. Untuk anak dengan kebutuhan khusus seperti autis, orang tua sebaiknya dapat menerima terhadap apa yang sudah didapat oleh anak. Mungkin dia hanya dapat menendang bola kesana kemari, atau dia dapat mengucapkan kata-kata yang utuh yang dapat dimengerti. Hal semacam itu patut disyukuri sebagai kemajuan sang anak.

  • Jangan terlalu kuatir terhadap perilaku anak

Kadang orang tua merasa kuatir jika anaknya berperilaku negatif atau terlihat aneh di muka umum. Perlu disadari bahwa hal itu bukan perilaku memalukan, namun memang anak memiliki kelainan autis yang perlu dipahami oleh orang lain, terutama orang terdekatnya.

  • Carilah cara untuk dapat berbahagia bersama

Tidak mudah untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak autis. Namun jika Anda dapat menikmati saat bermain trampoline bersama, berputar di dalam selimut seperti “hotdog” atau permainan lainnya, maka itu merupakan nilai positif. Jangan terlalu berhitung terhadap keberhasilan terapi yang diberikan.



Add Comment