Masjid Kramat Di Cirebon yang Banyak Dikunjungi Masyarakat

Banyak masjid kramat di Cirebon dan salah satu masjid yang paling banyak dikunjungi dan menjadi favorit adalah Masjid  Kramat Megu Gede yang ada di Kawasan Plered, Kabupaten Cirebon. Bangunan masjid yang sudah sangat berumur itu memiliki sejarah yang panjang, dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, apalagi di malam-malam terakhir bulan Ramadan.

Masjid Kramat di Cirebon Masyarakat baisanya mencari Lailatul Qadar di masjid ini, melakukan itikaf sepanjang malam dengan berdzikir, dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alla. Tak hanya warga Cirebon saja, melainkan juga warga dari luar Jawa pun banyak yang datang ke sini.

Tak hanya melakukan ibadah saja, warga yang datang ke masjid ini juga biasa mengambil air di sumur yang ada di dalam area masjid. Biasanya digunakan untuk mandi, maupun aktivitas lainnya karena airnya yang sejuk dan segar.

Sejarah Masjid Kramat di Cirebon

Pada tahun 900, Masjid Kramat Megu pertama kali dibangun, dan konon dibangun pada masa pemerintahan Pangeran Cakrabuana. Selama berdiri, masjid yang satu ini sudah mengalami empat kali renovasi, termasuk juga penambahan bagian masjid yang membuat masjid jadi lebih luas. Walau begitu, renovasi dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas yang dimiliki masjid tersebut.

Adapun renovasi tersebut dilakukan pertama kali pada tahun 1982, kemudian di tahun 1886 dan 1989. Sementara itu yang keempat kali dilakukan tahun 2015, dimana pada saat itu dilakukan renovasi untuk mengubah bagian momolo masjid, karena awalnya sangat pendek serta tempatnya sekarang di atas masjid.

Baca juga informasi : Rumah sakit di Cirebon memiliki konsep Mall

Masjid kramat Cirebon ini memiliki bangunan utama dengan lokasi di depan masjid itu sendiri, kemudian disusul sumur keramat, selain itu juga ada makam dan Bale Mangu. Dikelilingi tembok dengan tinggi 2 meter dan gerbang yang rendah. Untuk tembok yang sekarang mengelilingi masjid, bukan bangunan asli karena dibuat setelah masjid mengalami perluasan. Namun batu bata yang digunakan untuk membangun tembok tersebut berasal dari pagar awal masjid.

Benda yang masih asli dan merupakan peninggalan sejarah di masjid ini adalah bedug dan juga mimbar masjid, dimana mimbar tersebut tidak berbentuk kotak, namun berbentuk seperti singgasana raja.

Pendiri Masjid Megu Gede

Masjid Kramat Megu didirikan oleh Ki Buyut Megu, yang merupakan seorang penyebar agama Islam di daerah Megu dan sekitarnya. Sumur yang sudah ada sejak pertama kali masjid ini dibangun dulu ada di luar, sekarang karena perluasan lahan jadi berada di teras mesjid.

Baca juga informasi : Wisata yang menarik di Cirebon

Masyarakat biasa menggunakan air sumur sebagai media untuk menyembuhkan penyakit, namun tentu saja semua itu karena ridho Allah Subhanahu Wa Ta’alla, air sumur tersebut hanya ikhtiar saja.

Di halaman masjid ada Bale Mangu yang merupakan pendopo kecil, biasanya digunakan untuk meletakkan sedekah nazar dan biasanya di hari Jumat selalu ada warga sekitar masjid yang meletakkan sedekahnya di sana. Tak hanya itu, juga digunakan untuk tempat masyarakat berdiskusi.

Di area masjid juga ada tiga makam, yang berupa makam dari Ki Buyut Megu, istrinya yakni Nyai Megu, serta panglima Ki Buyut yakni Pangeran Arya Atas Angin. Makam-makam tersebut dikelilingi tembok bata dengan cat merah dengan gaya Majapahit. Masyarakat selain beribadah di mesjid, juga berziarah ke makam penyebar Islam di Megu tersebut.

Demikian adalah sejarah singkat Mesjid Kramat Cirebon yang banyak dikunjungi masyarakat, semoga informasi ini bermanfaat.

16 Shares

Add Comment